Logo
Print this page

ESA Training Menuju Semarang

Panitia Al Kahfi Semarang bersama Sekretaris MUI Semarang dan Perwakilan Diknas Semarang dalam ESA Training 2013 Panitia Al Kahfi Semarang bersama Sekretaris MUI Semarang dan Perwakilan Diknas Semarang dalam ESA Training 2013

Menyusul keberhasilan ESA (Emotional and Spiritual Achievement) yang diselenggarakan Yayasan Al Kahfi Jabodetabek, minggu lalu Yayasan Al Kahfi Semarang pun mengadakan kegiatan serupa.

Bekerjasama dengan Universitas Stikubank dan disponsori oleh Aguaria Semarang, kegiatan ini diadakan selama tiga hari, yakni tanggal 11, 15 dan 18 November 2012. Dihadiri sekitar 150 peserta dari 13 SMA maupun SMK Semarang, kegiatan ini menuai apresiasi positif. Bertemakan Membangun Kesuksesan Remaja lewat ESQ Training, kegiatan ESA ini dihadiri oleh Sekretaris MUI Provinsi Jawa Tengah, H. Ateng Chozany Miftah, SE, M.Si, Perwakilan dari Departemen Kurikulum Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Drs. Shofie, M.A, serta Perwakilan dari Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs. Sutarto, M.M.

Perwakilan Depag Provinsi Jawa Tengah, Drs. Shofie, M.A. menyatakan sangat berterimakasih atas diberikannya kesempatan beliau untuk menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ESA, bahkan beliau menganjurkan agar kegiatan ini bisa ditindaklanjuti ke sekolah-sekolah agar tercipta generasi islami di Semarang dan Jawa Tengah.

Sementara Diknas Kota Semarang, Drs. Sutarto, M.M, berencana agar jam pelajaran agama di sekolah-sekolah bisa ditambah dan salah satunya dengan mengadakan kegiatan seperti pelatihan kecerdasan emosional dan spiritual seperti ESA. “Karena Institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan IQnya, rasanya emosi maupun jiwanya harus sehat. Ini semua menjadi tanggung jawab dari institusi pendidikan, sekolah dan dinas pendidikan,” beliau memaparkan dalam materinya. “Kalau perlu, kegiatan seperti ini Diknas yang mengundang sekolah-sekolah agar mengirim perwakilan siswanya untuk mengikuti kegiatan ini. Supaya mereka juga merasakan manfaatnya.”

 Panitia bersama tokoh undangan
 Suasana forum hari pertama
 Peserta aktif berdiskusi

H. Ateng Chozany Miftah, SE, M.Si, selaku Sekretaris MUI Jateng sekaligus Komite SMAN 3 menganjurkan agar siswa-siswa yang beragama Islam untuk mengikuti kegiatan ESA, dan didukung oleh pihak sekolah. “Secara substansial, kegiatan ESA ini sangat positif dan konstruktif dalam rangka mengatasi berbagai krisis karakter sebagai dampak dari kehampaan emosional dan kehampaan spiritual,” ujar beliau pasca menyampaikan materi “Perlunya Pendidikan Karakter Bangsa lewat Pelatihan IQ, EQ, dan SQ Ditinjau dari Pembinaan Moral Remaja Muslim.

Selama tiga hari, para peserta diberikan materi-materi mengenai kecerdasan emosional dan spiritual, dengan berbagai pendekatan, seperti pendidikan yang disampaikan oleh perwakilah Diknas Kota Semarang, juga dari pendekatan agama Islam seperti yang disampaikan oleh perwakilan MUI dan Kemenag Provinsi Jateng. Termasuk diantaranya pelatihan-pelatihan untuk membangun kecerdasan emosional dan spiritual oleh trainer-trainer dari yayasan al Kahfi yang cukup berpengalaman di bidang pembinaan kecerdasan dan moral remaja. Tidak hanya itu, peserta juga dikompetisikan agar senantiasa bisa aktif dalam mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut, bahkan bagi peserta terbaik dan sekolah terbaik mendapatkan reward dari panitia penyelenggara.

 Peserta antusias terhadap materi  Suasana trainig hari kedua
 Trainer bersama peserta

Menurut ketua panitia ESA, Mazidatul Muzayaroh, saat ini banyak sekali pengondisian remaja yang malah menjerumuskan mereka dalam kenakalan seperti kekerasan (bullying), seks bebas, bahkan terlibat dalam penggunaan dan pengedaran obat-obatan terlarang. “Padahal remaja, merupakan fase manusia yang sedang mencari jati diri dan cenderung labil. Sehingga mereka butuh banyak arahan dan bimbingan agar mereka bisa menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab pada masyarakat dan bangsa, sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional,” tutur Mazidatul, yang juga menjadi trainer pada pelatihan hari Minggu, 18 November kemarin.

“Harapannya dengan adanya kegiatan seperti ESA ini, mereka bisa menambah wawasan mereka tentang agama Islam sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perwujudan kecerdasan spiritual dan emosional mereka. Sehingga mereka tidak mudah terjebak oleh arus nilai-nilai yang menyesatkan,” ujarnya menambahkan.

Para peserta sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatan ESA yang bertujuan untuk membangun generasi muda islam yang berintelektual dan berakhlakul karimah tersebut. Bahkan salah seorang peserta, Zakaria Bani dari SMKN 7 Semarang menuturkan, ”Kalau bisa kegiatan seperti ini bisa diadakan di sekolah saya, agar wawasan mereka mengenai agama Islam semakin bertambah.” Semoga, ESA terus dapat menjadi katalisator generasi muda yang produktif dan bermoral baik.

Rate this item
(11 votes)
Template Design © yayasanalkahfi. All rights reserved.