ESA Training di Kota Batik

Pembukaan Simbolis ESA Training di Pekalongan Tahun 2012 Pembukaan Simbolis ESA Training di Pekalongan Tahun 2012

Bersamaan dengan Emotional Spiritual Achievement (ESA) yang diselenggarakan di daerah-daerah lain, ESA Training juga hadir di Kota Batik Pekalongan.

Kegiatan ini bukan sekedar respon dari ‘demam ESA’ di beberapa kota, tetapi lebih-lebih karena ESA memang mampu memberikan kesadaran generasi muda tentang kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual guna menangkal pengaruh negatif di kalangan remaja, yang marak terjadi di Pekalongan. Hal ini yang ditandaskan oleh Nur Gunarso, Ketua Yayasan Al Kahfi Pekalongan. “Perkembangan zaman yang ditandai kemajuan IPTEK telah membawa masyarakat pada gerbang baru kehidupan. Hal ini berpengaruh besar terhadap kehidupan remaja. Sayangnya, tidak sedikit pengaruh negatif yang ditimbulkannya seperti tawuran pelajar, narkoba, miras dan gaya hidup remaja yang melampaui batas,” ucapnya.

Menurutnya Gunarso, dengan kondisi remaja yang dilingkupi oleh banyak sekali tantangan, seharusnya masyarakat memberikan pengondisian dan pembinaan yang baik kepada para remaja, sehingga dapat terhindar dari nilai-nilai negatif yang berasal dari pengaruh globalisasi serta cinta terhadap nilai-nilai agama. Atas dasar itulah, ESA Training ini diadakan di Pekalongan.

Sambutan dari Kepala Dindikpora
Sambutan dari Perwakilan Depag
Acara Pembukaan ESA

ESA Trainig yang bekerjasama dengan SMKN 2 Pekalongan tahun 2012 ini lebih besar dibandingkan pengadaan tahun sebelumnya. Mengundang 13 sekolah di Kota/Kabupaten Pekalongan dan Batang, diikuti lebih dari 100 siswa yang terbagi dalam 5 forum, dalam dua hari, 11 dan 15 November 2012. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga drg Agus Mahendrayana, Kasi SMKN2 Pekalongan Drs Ade Hawati dan Perwakilan Kementrian Agama Kota Pekalongan Masykuri.

Kepala Dindikpora drg Agus Mahendrayana berpesan, bahwa otak manusia terdiri dari tiga jenis yaitu otak hitam, biru dan merah. Beliau menjelaskan otak biru cenderung mengarahkan perilaku positif, otak hitam mengajak perilaku negatif, dan otak merah untuk bersosialisasi dengan lingkungan. “Ketiga potensi tersebut harus berimbang, karena sangat berpengaruh terhadap pola pikir sekarang dan masa depan,” jelasnya. ESA training inilah yang bertugas menyeimbangkan ketiga potensi berpikir tersebut sehingga dapat membuat keputusan bijaksana terhadap stimulus lingkungan.

Suasana Forum Panitia bersama Tamu
Peserta Training ESA

Ketua panitia ESA, Eko Pradana mengatakan pelatihan ini untuk membentuk kecerdasan moral remaja agar memiliki kepribadian baik, serta memberi bekal karakter intelejensi, moral dan spiritual yang baik. Harapannya, dengan ESA remaja dapat terhindar dari tawuran, seks bebas dan video porno yang marak di kalangan pelajar di banyak daerah. “Spiritual adalah hal yang dapat menghentikan orang dari perbuatan-perbuatan negatif. Ia adalah benteng. Karena itu penting untuk menyeimbangkan kecerdasan spiritual dengan kecerdasan intelektual seseorang.” Eko menambahkan. Ditunggu ESA-ESA berikutnya di Pekalongan dan daerah-daerah lain.

Last modified onSaturday, 24 November 2012 04:02
Rate this item
(3 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel