Menjawab Komentar Prof. DR. Ali Mustafa Yaqub Tentang Buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter

Menjawab Komentar Prof. DR. Ali Mustafa Yaqub

Tentang Buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter

-------------------------------------------------------------

Aris Kristianto S. Ag., M.H.I. (Ketua Tim Penulis Buku)

 

Latar Belakang Masalah

Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan TV One Sabtu 5 September 2015, mengangkat tema “Buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter yang menyesatkan?”, menghadirkan narasumber Prof. DR. Ali Musthafa Ya’qub, DR. Samsul Ma’arif MA dan Ibnu Hamad sebagai pengamat pendidikan. Saya sebagai ketua tim penulis buku tersebut merasa perlu untuk menjawab komentar-komentar Prof. Ali yang tidak sesuai bahkan bertentangan dengan isi buku, kalau tidak ada bantahan, akan dapat menodai nama baik tim penulis dan Yayasan Al Kahfi, komentar itu di antaranya:

  1. Buku ini ada yang baik dan yang buruk, ketika dicampur menjadi keburukan seperti makanan dicampur dengan kotoran.
  2. Buku ini sebagai pembenar ajaran atheisme dan terorisme.
  3. Buku ini kalau diedarkan berpotensi menghancurkan NKRI.

Jawaban nomor 1

Menurut Prof Ali, dimaksud baik adalah tema yang membahas “Pembuktian ilmiah adanya Tuhan dan kritik terhadap Atheisme” sedangkan yang buruk membahas “Teori ilmiah, menentang keyakinan adanya Tuhan”. Beliau menyatakan jika kebaikan dan keburukan dicampur, semuanya akan menjadi keburukan, lalu membuat analogi jika makanan dicampur dengan kotoran, siapapun tidak mau makan.

Perlu dipahami dahulu tentang struktur penyampaian pada buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter (PPJB), di mana salah satu tujuannya adalah terwujudnya keimanan yang kokoh berlandaskan ilmu pengetahuan (hal. 2) metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, menggunakan sosiodrama (hal. 4) adapun alasannya:

  1. Sebagian besar pelajar Islam dalam memahami agama dengan pendekatan dogma atau klaim-klaim (keyakinan yang dipaksakan secara psikologis).
  2. Sifat rasional dan keilmiahan pelajar dalam memahami iman dan agama seperti mati suri, sangat kronis, hal itu dapat membahayakan baik pada agama yang dianut maupun siswa sendiri, mudah terseret pada paham-paham radikal dan Islam seperti ajaran yang menghidupkan kekerasan.
  3. Dari dasar berpikir itu, untuk menghidupkan kembali kekuatan rasional dan keilmiahan pelajar dalam memahami agama diperlukan metode yang mampu mendobrak kejumudan dalam hal ini adalah penyampaian sosiodrama, sedangkan bahan yang digunakan dengan menghadirkan teori-teori kaum atheisme, penolak keberadaan Tuhan Pencipta Alam. Tidak cukup dengan menggunakan metode dakwah yang sifatnya informatif saja. Di sini para pelajar sebagai umat Islam seperti dihadapkan dengan masalah yaitu pemikiran atau teori yang menolak Tuhan, sebagian besar mereka tidak mampu mempertahankan secara ilmiah, lalu instruktur menjelaskan kelemahan teori atheisme juga dengan pendekatan ilmiah.
  4. Hasil yang diharapkan, pelajar akan menyadari pentingnya berpikir rasional, menggunakan pengetahuan ilmiah tidak hanya dalam kehidupan ekonomi dan industri melainkan juga dalam memahami agama dan keimanan.
  5. Mereka akan mampu mempertahankan keimanannya dan ajaran Islam, tidak lewat dogma melainkan pertanggungjawaban ilmiah, di sini ajaran Islam akan menjadi indah dan penganutnya menjadi kuat secara ilmiah.

Namun yang menyedihkan struktur dan penyampaian, mulai dari latar belakang masalah, tujuan dan cara untuk mencapai tujuan itu, oleh Prof Ali, tidak dilihat sama sekali sebagai kesatuan yang lazim dalam penulisan non fiksi, bahkan dipisahkan dan dimaknai sendiri, seperti pembahasan teori atheisme, ditempatkan sebagai keburukan, dapat menjadikan pelajar sebagai atheis dan teroris, sedangkan pembuktian ilmiah adanya Tuhan dan kritik terhadap atheisme, dimaknai sebagai kebaikan. Yang mengejutkan, buku ini akhirnya dipandang buruk semua karena pencampuran kebaikan dan keburukan, dianalogikan seperti makanan dicampur dengan kotoran. Kalau pola pikir seperti ini digunakan untuk menilai sebuah karya tulis dipastikan hasilnya negatif semua, karena penyimpulannya tidak mengacu pada realitas rielnya yang terdapat pada buku, melainkan didasarkan pada pemaknaan pribadi bersifat subyektif.

Jawaban Nomor 2

Benarkah buku ini berpotensi membenarkan ajaran Atheisme dan terorisme. Dalam penjelasan pertama tentang “Menyikapi Fitnah, Yayasan Al Kahfi mengajarkan paham Atheisme” didasarkan dengan runtutan dan keseluruhan tema yang diangkat dalam buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter, melahirkan kesimpulan: teori yang menyatakan Tuhan tidak ada merupakan kesalahan besar, sebaliknya teori yang menyatakan Tuhan ada merupakan kebenaran mutlak, otomatis buku ini menghasilkan karakter pelajar, secara pemikiran ilmiah menempatkan ajaran atheisme sebagai ajaran yang salah dan menyesatkan serta menempatkan teori keberadaan Tuhan sebagai kebenaran dan memberikan rahmat bagi masyarakat. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa pernyataan Prof. Ali tentang buku ini berpotensi mengajarkan atheisme sebagai kesalahan.

Benarkah buku ini berpotensi membenarkan ajaran terorisme, hanya karena menampilkan ayat-ayat Al-Quran seolah-olah mendukung terorisme (hal. 10-11)? Menurut saya, pernyataan Prof. Ali itu benar jika ayat-ayat itu tidak dibantah atau tidak disalahkan penafsirannya atau hasil akhirnya membenarkan ajaran terorisme dan menampilkan tokoh-tokoh besarnya. Tapi realitasnya penafsiran ayat-ayat tersebut telah dibantah (hal. 51-52) bahkan pada jilid II bab 5, saya membahas tentang upaya pencegahan radikalisme di pelajar melalui program pembangunan karakter bangsa, mulai halaman 171-194. Justru buku ini secara detail membahas tentang fenomena radikalisme di kalangan pelajar, juga menyajikan hasil penelitian Setara Institute dari Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian, lalu saya mencoba memberikan analisa sebab radikalisme di kalangan pelajar dan upaya memberikan jalan pemecahan. Dengan uraian ini, dapat disimpulkan bahwa pernyataan Prof Ali, yang menyatakan isi buku ini berpotensi membenarkan ajaran terorisme sebagai kesalahan.

Jawaban Nomor 3

Benarkah buku ini kalau diedarkan dapat menghancurkan NKRI? Kalau dilihat kronologisnya pernyataan Prof. Ali didasarkan oleh asumsi:

  1. Bahwa buku ini mengandung keburukan.
  2. Berpotensi mengajarkan atheisme.
  3. Membenarkan ajaran terorisme.

Ketika 3 asumsi di atas sudah dapat saya gugurkan, berarti pernyataan beliau tentang buku ini, dapat menghancurkan NKRI tidak benar, sebaliknya yang benar adalah “Buku ini justru berpotensi menciptakan kesatuan NKRI bahkan dapat membendung upaya untuk merusak NKRI”. Di bawah ini saya cantumkan kegiatan Yayasan Al Kahfi dalam mewujudkan deradikalisasi di Indonesia.

Demikian bantahan saya berkaitan dengan pernyataan Prof. Ali Musthafa Ya’qub pada acara TV One, 5 September 2015. Semoga dapat menjadi informasi pembanding, terima kasih.

 

Aris Kristianto, S. Ag., M.H.I.

 

 Ketua Penyusun Buku PPJB

Dokumentasi kegiatan Al Kahfi

01. seminar kebangsaan 02. bahaya NII-edit
Seminar kebangsaan Yayasan Al Kahfi - Di Surabaya  Seminar bahaya NII oleh Al Kahfi Solo - Di Solo
 03. anti radikalisme tangsel 04. anti radikalisme bogor
Seminar anti radikalisme - Di Tangerang Selatan Seminar anti radikalisme - Di Bogor
05. anti radikalisme klaten

kotak

Seminar anti radikalisme - Di Klaten Seminar Duta Perdamaian & Anti Radikalisme - Di Jakarta

aknita indonesiaku

Lagu Indonesiaku oleh Al Kahfinita


Last modified onTuesday, 15 September 2015 10:44
Rate this item
(40 votes)
  • doy

    Ini yayasan mengajak pada persatuan dan kesatuan kok dibilang sebaliknya..

    posted by doy Friday, 18 September 2015 00:34 Comment Link
  • Pelajar

    Semangat terus Al Kahfi dalam menghadapi fitnah yang terus berdatangan. Semoga cara dakwah seperti ini berhasil dan ampuh sehingga dapat membuat NKRI khususnya generasi muda semakin maju dengan ilmu ke Islaman.

    posted by Pelajar Wednesday, 09 September 2015 14:14 Comment Link
  • khoiril chandra

    Masyaallah.. Sungguh indah kebenaran itu, terimakasih ya Allah.. Telah memberikan jawaban untuk meluruskan kesalahan

    posted by khoiril chandra Wednesday, 09 September 2015 07:14 Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel