Semangat Kemerdekaan di Al-Kahfi

Dalam rangka memperingati kemerdekaan, Yayasan Al-Kahfi secara serentak mengibarkan bendera merah putih di tiap-tiap kantor perwakilan di seluruh Indonesia. Foto insert, pengibaran bendera merah putih di Kantor Perwakilan Al-Kahfi cabang Kab. Kediri. Dalam rangka memperingati kemerdekaan, Yayasan Al-Kahfi secara serentak mengibarkan bendera merah putih di tiap-tiap kantor perwakilan di seluruh Indonesia. Foto insert, pengibaran bendera merah putih di Kantor Perwakilan Al-Kahfi cabang Kab. Kediri.

 

 Di bulan agustus, gegap gempita kemerdekaan Indonesia dirayakan di seluruh pelosok negeri. 72 tahun lalu, pada tanggal 17, Indonesia memproklamirkan sebagai negara merdeka setelah sebelumnya hidup dalam bayang-bayang kolonialisme dan imperalisme. Berkat jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan yang telah berjuang segenap jiwa, kemerdekaan itu kini dapat dirasakan seluruh anak bangsa.

Di masa sekarang, semangat perjuangan yang sama harus terus digelorakan untuk mengisi kemerdekaan melalui pembangunan bangsa. Baik pembangunan infrastruktur ataupun pembangunan mental dan karakter anak-anak bangsa. Pembangunan karakter dalam konteks Indonesia hari ini dapat bermakna membangun jiwa yang memiliki kecintaan membangun serta merawat keutuhan bangsa. Anak-anak bangsa seperti itulah yang ketika bersatu akan menjadi modal besar bagi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan persoalan, baik berupa kemiskinan atau demoralisasi, untuk mengisi kemerdekaan. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Bapak Bangsa, Ir. Soekarno,”Di seluruh negeri kita, yang kelihatan hanyalah kesukaran, kekurangan, kemelaratan. ...Dengan kehendak yang membulat menjadi satu, tekad yang membaja menjadi satu, seluruh bangsa kita bangkit dan bergerak, berjuang untuk membenarkan, mewujudkan proklamasi 17 Agustus itu”.[1]

Peringatan kemerdekaan di seluruh penjuru negeri adalah salah satu momen kesatuan bangsa. Dikibarkannya bendera merah putih baik dengan upacara bendera ataupun secara mandiri oleh setiap warga, bukan hanya sekedar seremonial mengikuti sejarah pembacaan teks proklamasi di tahun 1945 yang diikuti dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih. Lebih dari itu, pengibaran bendera mengandung pesan tidak langsung yang menyuarakan dengan tegas bahwa dari Sabang hingga Merauke masih erat bersatu sebagai bangsa dan negara, yakni Bangsa Indonesia, Negara Indonesia. Inilah fungsi bendera, sebagai simbol negara dan alat pemersatu.

Rasa kesatuan juga dijalin oleh kegiatan bersama yang diselenggarakan warga. Aneka lomba, baik untuk kalangan anak-anak hingga dewasa, selalu menjadi momen yang ditunggu untuk bersama-sama bergembira merasakan nikmat kemerdekaan. Tidak ada sekat suku, agama ataupun kelas sosial. Semua berbaur meski dalam kegiatan sederhana seperti jalan santai bersama memutari komplek. Dalam perayaan kecil semacam itulah, kebhinekaan tidak sekedar menjadi slogan tetapi realita yang dinikmati dan disyukuri bersama oleh semua warga Indonesia. Meminjam istilah Bennedict Anderson tentang negara dalam bukunya “Imagined Communities”, di momen itu, negara Indonesia dipererat konstruksinya.

Meski disebut sebagai sebuah perayaan, perayaan kemerdekaan bukanlah hanya sekedar ajang gegap gempita apalagi hura-hura. Tak sedikit, di dalam perayaannya tersemat pula doa-doa untuk bangsa dan negara. Doa dipanjatkan oleh pemerintah melalui menteri agama di upacara bendera di Istana. Doa juga dipanjatkan di gang-gang kecil warga dengan tumpeng dan makanan sederhana. Khidmat dan syahdu. Seolah kemudian terbayang, bagaimana para pahlawan dahulu berhasil berjuang merebut kemerdekaan dengan peralatan ala kadarnya, namun tak henti pula mereka mengucapkan doa dan memohon rahmat dari Allah. Kini, di masa merdeka, doa tetap menjadi salah satu kekuatan melaksanakan kesabaran dalam mengisi kemerdekaan. Untuk-Mu ya Allah, kami memohon, mampukan kami untuk mengisi nikmat karunia kemerdekaan ini dengan kemuliaan akhlak, dengan kerja bersama mewujudkan negeri yang adil, seimbang, dan sentosa hidupnya. Amin.

 kegiatan lomba     kemeriahanlomba

Kegiatan lomba untuk anak-anak yang diselenggarakan Al-Kahfi Cabang Semarang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke -72.

Kemeriahan lomba ibu dan anak dalam membuat rumah dari karton yang diadakan oleh Al-Kahfi Cabang Kab.Bogor untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 72.

 

 


[1] Amanat Presiden Soekarno pada Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus di Jogjakarta.

 

Last modified onFriday, 25 August 2017 09:37
Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel