Peringati Sumpah Pemuda ke-89, STID Al-Hadid Menggelar Deklarasi Aksi Melawan Radikalisme di Kampus

Arif Budi Nugroho, M.SI. (Dosen Sosiologi Universitas Brawijaya), dan Aris Kristianto, M.HI. (Ketua STID Al-Hadid) selaku narasumber dalam Kuliah Akbar Deklarasi Aksi Melawan Radikalisme di kampus STID Al-Hadid pada 28 Oktober 2017. Arif Budi Nugroho, M.SI. (Dosen Sosiologi Universitas Brawijaya), dan Aris Kristianto, M.HI. (Ketua STID Al-Hadid) selaku narasumber dalam Kuliah Akbar Deklarasi Aksi Melawan Radikalisme di kampus STID Al-Hadid pada 28 Oktober 2017.

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2017, STID Al-Hadid Yayasan Al-Kahfi menyelenggarakan acara “Kuliah Akbar dan Deklarasi Aksi Melawan Radikalisme” di lingkungan kampus. Acara ini merupakan tindak lanjut atas kesepakatan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia tanggal 26-27 September 2017 di Bali agar pada peringatan sumpah pemuda, Civitas Akademika melaksanakan Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi secara serempak di setiap Propinsi (kota) dengan melibatkan jaringan panitia pelaksana kegiatan se-Indonesia.

Pada tingkat provinsi, berdasarkan hasil rapat koordinasi para pimpinan Perguruan Tinggi di Jawa Timur tanggal 20 Oktober 2017 di Universitas Dr. Soetomo Surabaya, diputuskan untuk perguruan tinggi di Jawa Timur, dapat menyelenggarakan Kuliah Kebangsaan baik dilingkungan kampus masing-masing atau dalam lingkup Kabupaten/Kota dengan tema besar “Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme”. Amanat hasil keputusan rapat koordinasi pimpinan Perguruan Tinggi Se-Jawa Timur tersebut STID Al Hadid melaksanakan acara Kuliah Akbar Kebangsaan yang diselenggarakan di Hall Lt. 4 Gedung Kampus STID Jl. Kejawan Putih Tambak No. 80 Surabaya.

STID Al-Hadid sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam di Surabaya, mengambil sikap jelas dan tegas untuk mencegah dan melawan radikalisme serta mengambil peran nyata dalam membela Pancasila dan keutuhan NKRI. Acara Aksi Kebangsaan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab warga negara kepada bangsa dan negara Indonesia dalam membendung radikalisme tersebut diikuti oleh kurang lebih 250 peserta.

Dalam kesempatan yang baik ini, turut hadir Ketua Yayasan Al Kahfi, Bapak Suwari, S.H., M.Kom.I, bersama seluruh civitas akademika STID Al Hadid Yayasan Al Kahfi dari jajaran pimpinan, kaprodi, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa STID Al Hadid. Bertindak sebagai pembicara kuliah akbar, dibawakan oleh dua narasumber yakni Arif Budi Nugroho, M.SI. (Dosen Sosiologi Universitas Brawijaya), dan Aris Kristianto, M.HI. (Ketua STID Al-Hadid). Dihadapan peserta yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen tersebut, pembicara pertama Bapak Arif Budi Nugroho menyoroti genealogi gerakan Islam radikal dalam perspektif sosiologi. Selanjutnya, pembicara kedua, Bapak Aris Kristianto menyampaikan peran lembaga perguruan tinggi sebagai benteng perlawanan terhadap radikalisme serta ancaman bagi Pancasila dan NKRI. Dan ditutup dengan deklarasi bersama oleh seluruh peserta kegiatan kuliah.

Membuka kegiatan Aksi Kebangsaan, Ketua Yayasan Al Kahfi, Suwari, S.H., M.Kom.I, dalam sambutannya menitipkan pesan agar mahasiswa dan para dosen menolak segala bentuk pemikiran dan gerakan radikalisme di Indonesia. Paham radikalisme harus ditolak karena selain bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, juga berbahaya bagi masa depan NKRI.

Hal senada juga ditekankan oleh kedua narasumber yang mengajak mahasiswa STID Al Hadid agar kritis terhadap paham radikalisme. Dalam perspektif Islamic studies, perilaku radikalisme muncul disebabkan adanya deviasi pemaknaan ketika menghubungkan nilai inti ajaran Islam, pemahaman pada teks dan perilaku sosial. Gerakan radikalisme, yang umumnya menggunakan cara-cara kekerasan dalam memperjuangkan ajarannya, menggunakan sumber-sumber keagamaan tanpa didasarkan pada metodologi tafsir dan fiqh (ushul fiqh) kontekstual.

Lebih jauh, peserta kuliah akbar juga diingatkan agar terus menjaga keutuhan hidup kebangsaan dari ancaman paham radikalisme dan intoleransi, dengan harus tetap berkomitmen terhadap empat konsensus kehidupan berbangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Peran nyata Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam menjaga keempat konsensus kebangsaan dari ancaman radikalisme adalah melakukan kontra radikalisasi. Salah satunya dengan memberikan wawasan dan simulasi tentang tafsir dan fiqh yang sering digunakan oleh kelompok radikalisme dengan pendekatan ilmu pengetahuan terkait, khususnya ilmu-ilmu sosial dan humaniora, sehingga mampu menjawab kesalah-pahaman dan menjadi pembanding.

“Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu memanfaatkan berbagai saluran dakwah menjawab berbagai dalil yang menjadi dalih kelompok radikalisme, sehingga masyarakat sebagai objek dakwah tidak dengan mudah terpengaruh atau menerima begitu saja infiltrasi paham yang bertentangan dengan Pancasila dan anti-NKRI. Pada titik inilah, solusi Islam Rasional Kebangsaan sebagai garis perjuangan STID Al Hadid Yayasan Al-Kahfi diharapkan mampu menangkal dan mengantisipasi bahaya radikalisme dalam kehidupan berbangsa”, demikian ujar Bapak Aris Kristianto, M.HI sebagai narasumber.

acaraaksikebangsaandistid2

Ketua Yayasan Al Kahfi, Suwari, S.H., M.Kom.I, ketika memberikan sambutan dalam kegiatan Kuliah Akbar Deklarasi Aksi     Melawan Radikalisme di kampus STID Al-Hadid.

acaraaksikebangsaandistid3
Antusiasme mahasiswa STID Al-Hadid, dalam kegiatan Kuliah Akbar Deklarasi Aksi Melawan Radikalisem di kampus STID Al-Hadid.

Last modified onFriday, 17 November 2017 08:07
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel