admin

admin

Website URL:

Hubungan Tuhan dan konsep ilmiah

  • Published in Berita
  • Saturday, 22 July 2017 15:35
  • 0

Hubungan Tuhan dan konsep ilmiah

Iskandar al-Warisy

Konsep ilmiah merupakan metode yang bisa dipertanggung jawabkan baik empiris, ilmu pengetahuan atau rasional untuk memahami sesuatu. Entah itu berkaitan dengan alam, tumbuhan, manusia atau Tuhan. Lawan dari metode ilmiah adalah metode spekulasi, yaitu suatu metode yang dibangun untuk memahami sesuatu tanpa dasar rasional atau ilmu pengetahuan. Sifatnya dugaan, ikut-ikutan, dorongan hawa nafsu dan kepentingan subyektif. Sederhananya metode ini spekulatif.

Konsep ilmiah dalam abad modern sudah menjadi suatu ideologi yang bersifat universal, pijakan untuk membangun peradaban manusia. Dunia pendidikan, penelitian, ekonomi dan berbagai pengembangan disiplin keilmuan menggunakan basis ilmiah baik filsafat, terapan maupun mesin-mesin teknologi. Suatu bangsa yang tidak menjadikan konsep ilmiah sebagai pengembangan kemajuan pasti akan tertinggal, terbelakang bahkan semakin jauh tersesat dalam jalan-jalan kegelapan, hancur tanpa mengetahui sebabnya.

Demikian juga tentang Eksistensi Tuhan. Apakah Tuhan ada atau tidak? Kalau ada seperti apa? Apakah seperti yang disampaikan oleh agama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan lain sebagainya? Apakah Tuhan yang disampaikan dalam agama-agama itu berbeda atau hanya istilahnya saja yang berbeda tapi subtansinya sama? Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab dengan metode ilmiah agar menghasilkan keputusan yang bisa dipertanggung jawabkan. Kalau dalam islam, setiap suatu pemikiran atau tindakan harus memiliki pertanggung jawaban ilmu, termasuk dalam kepercayaan terhadap Tuhan. “Janganlah kamu mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungan jawab” (AQ. 17:36)

Kepercayaan terhadap Tuhan tanpa pendasaran ilmiah akan rapuh mudah terombang ambing oleh informasi baru dan sangat berbahaya. Munculnya dogmatisme, radikalisme dan terorisme bisa jadi salah satu sebabnya karena itu.

Dari dasar nilai-nilai di atas maka al-Kahfi mengajak adik-adik, yang beragama islam yang banyak mengenal Tuhannya didasarkan pada kepercayaan turun menurun, untuk mengenal Tuhan secara ilmiah. MT1 hari pertama, suatu upaya atau diskusi yang menjawab pertanyaan apakah Tuhan ada atau tidak ada. Berbagai teori dari kalangan atheisme yang memandang bahwa Tuhan tidak ada disampaikan, baik yang berdasar teori biologi, fisika, kimia dan sosial. Antithesa dari kalangan ilmuwan yang percaya Tuhan sampai pada kesimpulan bahwa “yang benar dan bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah rasional adalah Tuhan ada“

Timbul pertanyaan lagi, lalu Tuhan siapa yang benar? Karena semua agama memiliki pemahaman dan konsep tentang Tuhan, apakah konsep-konsep itu benar semua atau salah satu atau beberapa saja yang benar. MT1 hari kedua, adalah upaya menjawab dan mendiskusikan tentang itu. Menguji secara ilmiah tentang agama-agama yang memiliki konsep Tuhan. Secara ilmiah versi al-Kahfi yang benar adalah Tuhan yang disampaikan dalam al-Qur’an. Kami juga menerima dan menghargai kalau agama selain Islam menggunakan jalan ilmiah lalu menyimpulkan Tuhan dalam agama mereka yang benar. Kami yang hidup dalam alam demokrasi memandang perbedaan itu suatu kewajaran, alamiah, yang penting tidak saling menghujat dan memaksakan kehendak. Yang percaya Tuhan nya orang Islam silahkan, begitu pula mereka yang percaya Tuhan nya selain Islam juga dipersilahkan. Istilah al-Qur’an nya yaitu “Lakum diinukum waliyadiin

Demikian dasar berfikir penyelenggaraan MT1 hari pertama dan kedua, semata-mata untuk kepentingan membangun karakter ilmiah pada adik-adik di segala bidang termasuk dalam dimensi ketuhanan.

Dasar berfikir menghentikan MT1 hari kedua

  • Published in Berita
  • Saturday, 22 July 2017 15:33
  • 0

Dasar berfikir menghentikan MT1 hari kedua

Iskandar al-Warisy

Meskipun Perppu No 2 Tahun 2017 tentang larangan dan pembubaran ormas telah ditetapkan, hal ini tidaklah menimbulkan kekhawatiran bagi al-Kahfi karena merasa selama ini tidak ada undang-undang yang dilanggar, walaupun penasehat al-Kahfi dari MUI DKI sempat menyarankan agar MT1 hari kedua dipertimbangkan penyelenggaraannya, karena dapat menimbulkan salah tafsir berkaitan dengan pasal penodaan dan penistaan agama.

Kalau saya pribadi tidak khawatir, karena ada perbedaan yang jelas dan tegas antara pembahasan ilmiah dengan penghujatan, baik dari segi pendasaran, komunikasi serta tujuan yang ingin dicapai. Dalam dimensi ilmiah, tujuan yang ingin dicapai adalah mencari kebenaran, sementara penghujatan semata-mata untuk menjatuhkan dan menghinakan. Pendasaran dalam mencapai kebenaran dalam dimensi ilmiah senantiasa menekankan pada nilai-nilai ilmiah, seperti pendapat ahli, perbandingan, eksperimen serta logika, dimana prosesnya sangat ketat. Sedangkan penghujatan, pendasarannya sangat sederhana tidak ada proses pengujian, subyektif serta penuh hawa nafsu. Komunikasi dalam dimensi ilmiah sangat fokus pada masalah dan pemecahan serta santun. Sedangkan penghujatan lebih banyak pada hinaan, ejekan dan provokasi.

Buku-buku agama pada prodi keagamaan juga banyak yang membahas tentang perbandingan Tuhan dalam berbagai agama, dan selama ini tidak dilarang karena pendasarannya ilmiah. Bahkan kitab-kitab suci termasuk al-Qur’an juga banyak membahas tentang Tuhan dalam kepercayaan berbagai agama.

MT1 hari kedua yang membahas tentang Tuhan dalam berbagai pandangan keagamaan lewat studi banding, sudah berjalan sejak tahun 2000an. Selama sekira 17tahunan, dan bahkan tahun 2013 pun juga telah lahir peraturan ormas No. 17 Tahun 2013, yang melarang ormas melakukan penyalahgunaan, penistaan dan penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia (pasal 59 ayat 2b), selama ini juga tidak ada teguran sama sekali.

Lahirnya Perppu No. 2 Tahun 2017, secara larangan bagi ormas, tidak ada perbedaan dengan UU No. 17 Tahun 2013. Perbedaannya hanya pada cara memberikan sanksi. UU sebelumnya lewat peradilan, sedangkan Perpu lewat pemerintah dengan tahapan, pertama, memberikan peringatan secara tertulis, (jika tidak ada respon dan perubahan). Kedua, penghentian kegiatan dan/atau pencabutan surat keterangan terdaftar atau pencabutan status badan hukum (pasal 61). Sehingga bagi al-Kahfi hal ini tidak ada persoalan.

Sejak dibubarkannya ormas HTI, tepatnya pada tanggal 19 Juli 2017, tanpa surat peringatan lebih dahulu, sebagaimana diatur dalam Perppu No. 2 Tahun 2017, disini justru menimbulkan kekhawatiran bagi al-Kahfi berkaitan dengan MT1 hari kedua. Disamping temanya tentang perbandingan ajaran ketuhanan dalam berbagai agama, juga metode pengajarannya yang bersifat sosio drama untuk merangsang kemampuan berfikir siswa, selanjutnya pengawas dakwah terprogram sulit mengontrol instruktur dalam menyampaikan bahan pembelajaran. Disini saya teringat pesan penasehat dari MUI, MT1 hari kedua mudah disalah tafsirkan. Sekiranya masih lewat peringatan terlebih dahulu akan mudah dijelaskan dan diselesaikan.

Dari pertimbangan di atas, demi amannya dan lancarnya dakwah dan pendidikan al-Kahfi, maka pengurus menghentikan dahulu MT1 hari kedua, sambil mencari jalan pemecahan. Di antaranya dengan memberikan kurikulum yang sudah disetujui MUI pusat kepada pemerintah lewat Menteri Agama atau Menkumham.

Demikian penjelasannya menurut pengamatan saya, semoga tidak menimbulkan salah tafsir.

PENGUMUMAN

  • Published in Berita
  • Thursday, 20 July 2017 08:51
  • 0

PENGUMUMAN


Sehubungan dengan perkembangan sosial politik sekarang yang tidak menentu, adanya Perppu no 2 tahun 2017 tentang ormas, dan menimbang masukan penasehat dari Majelis Ulama Indonesia, agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, maka pembahasan materi majelis taklim 1 tentang “Existensi Tuhan Dalam Dimensi Ilmiah pada Hari Kedua” dalam Kurikulum Dakwah terprogram Yayasan Alkahfi sejak pengumuman ini disampaikan ke publik dengan ini kami nyatakan ditiadakan sampai status hukum mengenai ormas jelas dan keadaan sosial politik kondusif kembali.

Bila di kemudian hari ada pihak pihak yang mengatasnamakan Yayasan Al Kahfi, dan atau menyatakan telah bekerja sama dengan Yayasan Al Kahfi untuk menyelenggarakan kegiatan kajian di atas, baik langsung maupun tidak langsung, maka itu sesungguhnya bukan dari kami.

Pengumuman ini kami tujukan pada daerah, cabang, seluruh kantor perwakilan yayasan alkahfi dan atau seluruh rekan kerja sama Yayasan Al Kahfi.

Demikian pengumuman ini, atas perhatiannya kami mewakili seluruh pengurus yayasan alkahfi mengucapkan terima kasih.

 

                                                          Surabaya, 20 Juli 2017

                                                                Hormat Kami,

                                                                 Ketua Umum

                                                              Yayasan Al Kahfi

 

 

                                                    Suwari S.H, M.Kom.I, Advokat

Yayasan Al-Kahfi Cabang Cirebon, Bentengi Generasi Muda dengan Seminar Anti Radikalisme

  • Published in Berita
  • Tuesday, 24 January 2017 04:32
  • 0

Maraknya fenomena gerakan radikal yang sangat dekat dengan dunia remaja, mendorong Yayasan Al-Kahfi Cabang Cirebon untuk turut serta mengantisipasinya. Keikutsertaan tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan bertajuk “Seminar Anti Radikalisme (Wujudkan Generasi Muda Bebas Radikalisme)”. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ketua Yayasan Al-Kahfi Cabang Cirebon, Alifa, “Hal ini kita ketahui bersama ya bahwasanya radikalisme semakin ke sini semakin marak dan ini sasarannya remaja. Nah, kenapa remaja? Karena remaja tahapnya mencari jati diri, kemudian ditawari gagasan yang menggelorakan jiwa mudanya. Sehingga mudah sekali remaja itu terkena. Maka dari itu, remaja yang masih labil ini harus kita beri bekal yang baik. Maka, pada momen inilah kami memberikan bekal itu”.

Seminar Parenting, Sebuah Langkah Membangun Insan Berkualitas

  • Published in Berita
  • Wednesday, 04 January 2017 08:23
  • 0

Memiliki bekal wawasan dan keterampilan dalam mendidik anak adalah hal yang penting. Sebab mendidik anak tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Minimnya ilmu pengetahuan dan mindset yang keliru bisa berpengaruh besar nantinya pada tumbuh kembang anak. Kerisauan ini pulalah yang mendorong Yayasan Al-Kahfi Cabang Tangerang untuk turut serta mengatasi problematika tersebut.

Yayasan Al-Kahfi Cabang Semarang Rayakan Peringatan HUT RI ke-71 dan Miladnya yang ke-8

  • Published in Berita
  • Thursday, 29 December 2016 00:00
  • 0

Dalam rangka memperingati perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan juga milad yayasan yang ke-8, di hari Sabtu yang lalu tepatnya tanggal 13 Agustus 2016 Yayasan Al-Kahfi Cabang Semarang mengadakan sebuah acara. Bertempat di depan kantor yayasan, kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan warga, pengurus RT/RW setempat, dan Kepala Sekolah penerima beasiswa.

Yayasan Al-Kahfi Cabang Kabupaten Bogor Berdayakan Ibu-ibu Ciangsana dengan Pelatihan Memasak, Kerajinan Tangan, Menjahit dan Bank Sampah

  • Published in Berita
  • Thursday, 29 December 2016 00:00
  • 0

Di pagi hari yang cerah tepatnya pada tanggal 15 oktober 2016, terlihat ibu-ibu datang berbondong-bondong menuju sanggar belajar Al-Kahfi Cabang Kab.Bogor untuk mengikuti acara “Launching Program Pemberdayaan Perempuan Ciangsana”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Al-Kahfi Cabang Kabupaten Bogor bersama dengan para dermawan Komunitas Orangtua Sekolah Alam Cikeas dan didukung oleh perangkat desa setempat.

Kegiatan Idul Adha 1437H

  • Published in Berita
  • Thursday, 29 September 2016 03:38
  • 0

Hari senin, 12 September 2016, Yayasan Al-Kahfi Surabaya mengadakan kegiatan penyembelihan hewan qurban, serta pembagian paket daging qurban. Kegiatan dimulai pukul 7 pagi setelah sholat Idul Adha, bertempat di Gedung Kampus STID Al-Hadid, Yayasan Al-Kahfi, Surabaya. Jajaran pengurus, dibantu oleh mahasiswa dan warga sekitar bahu membahu berupaya agar kegiatan berjalan dengan lancar.

Wisuda ke-dua STID Al-Hadid Surabaya

  • Published in Berita
  • Thursday, 01 September 2016 03:22
  • 0

Pada hari minggu, tepatnya pada 21 Februari 2016, telah terselenggara kegiatan wisuda ke dua STID Al-Hadid Surabaya. Acara diselenggarakan di Convention Hall Grand City Mall & Convex,  Surabaya. Kemeriahan acara tersebut, dipenuhi oleh orang tua dan rekan-rekan dari 220 wisudawan, cukup memadati lokasi kegiatan yang dimulai pukul 8 pagi.

Bersih Masjid Bersama Remaja Al-Kahfi Cabang Surakarta

  • Published in Berita
  • Saturday, 07 May 2016 06:33
  • 0

Bersih Masjid Bersama Remaja Al-Kahfi Cabang Surakarta
“Bersih Masjidku Sempurna Ibadahku”

Fungsi utama Masjid adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah. Masjid juga disebut sebagai Baitullah (rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah. Oleh karena itu selain sebagai tempat shalat berjamaah Masjid juga memiliki banyak fungsi dan peran lain, antara lain sebagai tempat menuntut ilmu, pembinaan jamaah, pusat dakwah dan kebudayaan Islam, kaderisasi umat, serta sebagai basis kebangkitan umat Islam. Namun, pentingnya peran masjid seringkali tidak diiringi dengan kebersihan dan kesehatan dalam penyelenggaraannya. Padahal posisi kebersihan dan kesehatan dalam Islam ini amat penting sebagai syarat sempurnanya ibadah dan juga merupakan bagian dari iman “Annazhofatu minal imaan”.

Subscribe to this RSS feed

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel