Hubungan Tuhan dan konsep ilmiah

Hubungan Tuhan dan konsep ilmiah

Iskandar al-Warisy

Konsep ilmiah merupakan metode yang bisa dipertanggung jawabkan baik empiris, ilmu pengetahuan atau rasional untuk memahami sesuatu. Entah itu berkaitan dengan alam, tumbuhan, manusia atau Tuhan. Lawan dari metode ilmiah adalah metode spekulasi, yaitu suatu metode yang dibangun untuk memahami sesuatu tanpa dasar rasional atau ilmu pengetahuan. Sifatnya dugaan, ikut-ikutan, dorongan hawa nafsu dan kepentingan subyektif. Sederhananya metode ini spekulatif.

Konsep ilmiah dalam abad modern sudah menjadi suatu ideologi yang bersifat universal, pijakan untuk membangun peradaban manusia. Dunia pendidikan, penelitian, ekonomi dan berbagai pengembangan disiplin keilmuan menggunakan basis ilmiah baik filsafat, terapan maupun mesin-mesin teknologi. Suatu bangsa yang tidak menjadikan konsep ilmiah sebagai pengembangan kemajuan pasti akan tertinggal, terbelakang bahkan semakin jauh tersesat dalam jalan-jalan kegelapan, hancur tanpa mengetahui sebabnya.

Demikian juga tentang Eksistensi Tuhan. Apakah Tuhan ada atau tidak? Kalau ada seperti apa? Apakah seperti yang disampaikan oleh agama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan lain sebagainya? Apakah Tuhan yang disampaikan dalam agama-agama itu berbeda atau hanya istilahnya saja yang berbeda tapi subtansinya sama? Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab dengan metode ilmiah agar menghasilkan keputusan yang bisa dipertanggung jawabkan. Kalau dalam islam, setiap suatu pemikiran atau tindakan harus memiliki pertanggung jawaban ilmu, termasuk dalam kepercayaan terhadap Tuhan. “Janganlah kamu mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungan jawab” (AQ. 17:36)

Kepercayaan terhadap Tuhan tanpa pendasaran ilmiah akan rapuh mudah terombang ambing oleh informasi baru dan sangat berbahaya. Munculnya dogmatisme, radikalisme dan terorisme bisa jadi salah satu sebabnya karena itu.

Dari dasar nilai-nilai di atas maka al-Kahfi mengajak adik-adik, yang beragama islam yang banyak mengenal Tuhannya didasarkan pada kepercayaan turun menurun, untuk mengenal Tuhan secara ilmiah. MT1 hari pertama, suatu upaya atau diskusi yang menjawab pertanyaan apakah Tuhan ada atau tidak ada. Berbagai teori dari kalangan atheisme yang memandang bahwa Tuhan tidak ada disampaikan, baik yang berdasar teori biologi, fisika, kimia dan sosial. Antithesa dari kalangan ilmuwan yang percaya Tuhan sampai pada kesimpulan bahwa “yang benar dan bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah rasional adalah Tuhan ada“

Timbul pertanyaan lagi, lalu Tuhan siapa yang benar? Karena semua agama memiliki pemahaman dan konsep tentang Tuhan, apakah konsep-konsep itu benar semua atau salah satu atau beberapa saja yang benar. MT1 hari kedua, adalah upaya menjawab dan mendiskusikan tentang itu. Menguji secara ilmiah tentang agama-agama yang memiliki konsep Tuhan. Secara ilmiah versi al-Kahfi yang benar adalah Tuhan yang disampaikan dalam al-Qur’an. Kami juga menerima dan menghargai kalau agama selain Islam menggunakan jalan ilmiah lalu menyimpulkan Tuhan dalam agama mereka yang benar. Kami yang hidup dalam alam demokrasi memandang perbedaan itu suatu kewajaran, alamiah, yang penting tidak saling menghujat dan memaksakan kehendak. Yang percaya Tuhan nya orang Islam silahkan, begitu pula mereka yang percaya Tuhan nya selain Islam juga dipersilahkan. Istilah al-Qur’an nya yaitu “Lakum diinukum waliyadiin

Demikian dasar berfikir penyelenggaraan MT1 hari pertama dan kedua, semata-mata untuk kepentingan membangun karakter ilmiah pada adik-adik di segala bidang termasuk dalam dimensi ketuhanan.

Last modified onSaturday, 22 July 2017 15:45
Rate this item
(4 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Hubungi Kami

  • phone2016-model1

Login or Register

Facebook user?

You can use your Facebook account to sign into our site.

fb iconLog in with Facebook

LOG IN

Register

User Registration
or Cancel